a small place in this virtual world I call home :)

Ga ada apa-apanya jarak segitu mah *gigit bantal*

Ga ada apa-apanya jarak segitu mah *gigit bantal*

mandalawangi:

fitriarahmaani:

omglolz123:

milkteasympathy:

CLOTHING LIFE HACKS

WOW THIS IS THE MOST HELPFUL SHIT EVER

picobaeun pisan :DDD

reblog dulu dicoba nanti

(Source: viekastv)

Dari sekian banyak orang yang mau mendengar ceritamu, hanya beberapa orang saja yang benar-benar peduli. Selebihnya adalah mereka yang mendengar karena terpaksa, karena penasaran, dan mereka yang menunggu kamu hancur.

Pernah bertemu dengan seorang laki-laki yang menjaga dirinya kemudian menyukai seorang gadis yang sayangnya, ada laki-laki di sebelah kanannya. Laki-laki itu bukan siapa-siapanya dimata Allah meski dunia ini mengatakan laki-laki itu adalah pacar sang gadis. Lalu laki-laki itu tetap pada…

Ini mah namanya edan! *kemudian speechless*

khadijablahhh:

لا إله إلا الله ♥

khadijablahhh:

لا إله إلا الله 

aliyahani:

arrizasyifaa:

terjagalah dari segala maksiat
dari segala zina dan nafsu dunia yang sesat
disatukan dalam karunia yang suci
bersama jiwa-jiwa yang selalu haus akan ibadah dan penuh harga diri

ini bukan cerita cinderela
bukan juga patah arang cinta buta siti nurbaya
tak dapat diukur tapi bersama Allah semua pasti akan teratur
dinyatakan dalam ketulusan dari mutiara ketakwaan yang sangat mendalam
bersemi dari pupuk akhlak yang hebat
berbuah dalam kesabaran dan ketekunan yang lebat

tidak, ini takkan dimengerti oleh hati yang penuh dengan dusta
yang buta oleh warna warni dunia yang fana
ini hanya untuk mereka yang selalu ingin luruskan keteladanan bagi generasi berikutnya
keteladanan abadi dalam harum kesturi dan buah ibadah
dan menjadi manis seperti kurma diawal rembulan yang indah
untuk selalu berjalan dalam kesetiaan dan
harapan
dan hanya mau mencium atas dasar kemurnian kita berkata cinta
karena bukan apa siapa dan bagaimana
tapi luruskanlah dalam wangi surga
karena apa sebenarnya kita berani berkata cinta

hingga rambut kita memutih
hingga ajal kan datang menjemput diri ini

inilah cinta sejati
cinta yang tak perlu kau tunggu tapi dia tumbuh
bersama doa malam yang teduh
tak tersentuh oleh mata dunia yang palsu
petunjuk yang selalu datang dari ruang para malaikat yang sanggup melihat tak kenal pekat
tak lekang oleh zaman yang kan terus melaju
takkan habis oleh waktu
karena kecantikannya tersimpan di hati dalam
pesona yang selalu menjaga jiwa
yang menjadikan dunia menjadi surga sebelum
surga sebenarnya
yang membuat hidup lebih hidup dari kehidupan sebenarnya

seperti sungai yang mengalir
bening airnya pun selalu artikan keseimbangan syair
yang satukan dua perbedaan dalam satu ikatan
untuk melihat kekurangan sebagai kesempatan
dan kelebihan sebagai kekuatan
lalu saling mengisi seperti matahari dan bulan
dalam kesetiaan ruang kesolehan dan kasih
sayang
bagi sejarah penutup halaman terakhir perjalanan para ksatria sastra jihad dan dakwah
tercatat dalam untaian rahmat berakhir dalam catatan terakhir yang mulia
digariskan hanya oleh ketetapan Allah
Subhanahu wata’ala

hingga rambut kita memutih
hingga ajal kan datang menjemput diri ini

:”)

Kamu.

Untitled 2

Nanda. Saat kau kembali ke rumah dari rantau, “ayah, nanda datang”. Aku terpana memandang “anak gadisku telah tumbuh dewasa”. Kuajak dirimu menelusuri pematang sawah. Kau gamit lenganku, saat kau akan terjatuh. Saat di bawah pohon besar yang rindang, “yuk nanda, kita istirahat”. Kau bercerita, menelusuri lembah dan perbukitan dalam hidupmu. Onak dan duri yg kau lewati, menggores luka di hati. Sepanjang jalan hidupmu dengan penuh asa kau menggapai impianmu. Mataku berkaca-kaca mendengar ceritamu. Engkau layaknya penari srimpi kraton, gemulai nan tangguh. Kau kebanggaan ayah. Kau kebahagiaan ayah. Kau bidadari kecilku. Kau perwujudan impianku. Saat kau menikmati alam sekitar yang lama tidak kau rasakan. Kutengadahkan tanganku ke atas “ya Allah ya Tuhanku, rahmatilah nanda sepanjang perjalanan hidupnya. Aamiin ya rabbal ‘alamin”
(Bukit tanggul, 7 Februari 2014, menjelang sholat maghrib)

Ayah :’)

-edisi copas sms ayah

Untitled

Mendung di langit, mendung di hati. Cerah di langit, cerah di hati. Langkah kecilmu mendatangiku. Kau bentangkan tangan kecilmu. Kutersenyum memandangmu. Kuangkat tubuh kecilmu di dadaku. Kudengar celotehan kecilmu. “I love you ayah”. Kupeluk dirimu, kucium pipimu, “I love you too nandaku sayang”. Senyum kecilmu, mengusik kalbuku.

-dari seorang ayah yang merindukan gadis kecilnya
(Bukit Tanggul, 6 Februari 2014. 16.00 WIB)

Ayahku hebat. Thanks ayah for making this simply awesome poem. Peluk ayah dari jauuuuhh ^.^